Opini

Dari “The People of Alor”

Penulis: Prof. Wim Poli

Cora Du Bois (1903-1991) adalah ahli anthropologi yang mengadakan penelitian di sebuah desa terpencil di Pulau Alor pada tahun 1937-1939.
Dengan terlebih dahulu mempelajari bahasa setempat ia mengadakan penelitian yang membumi, yang bermuara pada penerbitan karyanya pada tahun 1944 di bawah judul “The People of Alor.” Inti hasil penelitiannya ialah: walaupun terdapat variasi individual, sesuatu masyarakat di dalam lingkungan kebudayaannya selalu mengembangkan kepribadian tertentu yang menjadi jatidirinya, yang berbeda dari jatidiri kelompok lain di lingkungan kebudayaan lain. Apa relevansi temuan “The People of Alor” dengan kebutuhan masa kini di Abad XXI?
Sekurang-kurangnya ada dua pertanyaan yang menggelitik. Pertama, pada skala bangsa, apa tantangan dan peluang yang dihadapi dalam usaha mencapai dan mempertahankan Bhineka Tunggal Ika di dalam masyarakat yang kian majemuk di era globalisasi? Ada banyak peluang terjadinya perjumpaan “Kami” dan “Mereka.” Perjumpaan itu berpeluang mengarah ke konflik maupun penyatuan “Kami” dan “Mereka” menjadi “Kita.”
Kedua, pertanyaan yang sama muncul pada skala yang lebih kecil, misalnya dalam manajemen perusahaan, di mana berjumpa orang dengan latarbelakang kebudayaan dan kepribadian yang berbeda-beda.
Renungan: Di Abad XXI ini, manajemen di berbagai bidang kehidupan seyogianya terpadu dengan politik kebudayaan pada tingkat lokal hingga nasional dan global.

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s