Science

Dorong Organisasi Profesi Lebih Profesional dan Mandiri

JAKARTA – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong organisasi profesi untuk lebih profesional dan mandiri dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk itu, Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti menggelar workshop “Peningkatan Profesionalisme dan Kemandirian Organisasi Profesi Melalui Lembaga Sertifikasi Profesi” di Hotel Morissey, Jakarta (25/3). Workshop diikuti 31 organisasi profesi bidang iptek di semua lini bidang, mulai bidang kesehatan, pertanian, teknologi, konstruksi, telekomunikasi dan lainnya.

Workshop ini sendiri menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga di bidang sertifikasi seperti Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Komite Akreditasi Nasional (KAN), Subdit Pendidikan Vokasi dan Profesi Kemenristekdikti,    Forum Komunikasi Organisasi Profesi Ilmiah atau FOPI dan Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Sekretaris Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Agus Indarjo dalam sambutannya  menyampaikan harapan besarnya kepada organisasi profesi untuk bisa berperan aktif bersama perguruan tinggi menciptakan lulusan perguruan tinggi yang unggul dan profesional melalui praktik dan uji kompetensi.

“Lulusan perguruan tinggi yang mendapatkan sertifikasi dari  organiisasi profesi akan lebih bisa dipercaya  karena  kualitas keprofesiannya sudah diuji oleh lembaga profesional,’’ jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Forum Organisasi Profesi Iptek (FOPI) yang juga Perhimpunan Tenaga Ahli Lingkungan Indonesia (PTALI)
Prof. Dr. Kholil  mengatakan bahwa pemerintah dan industri berkepentingan akan hadirnya organisasi profesi Iptek yang profesional, mandiri dan berkontribusi terhadap pembangunan Iptek nasional.

Beberapa upaya yg telah dilakukan FOPI dan pemerintah adalah bersinergi dengan seluruh lembaga sertifikasi dalam upaya meningkatkan kemandirian dan profesional serta peningkatan mutu anggotanya melalui standard sertifikasi profesi dan sertifikasi kompetensi profesi.

Menurut Kholil, Orprof Iptek sendiri saat ini sangat beragam, ada yang sangat maju, kurang maju dan menengah. FOPI ingin menstandarisasi kompetensi dan profesionalisme masing-masing Orprof Iptek sehingga bisa berperan dalam pembangunan nasional di bidang peningkatan kualitas SDM.

“Workshop ini bertujuan agar pendidikan tinggi, industri, Orprof dapat menjadi satu kesatuan sehingga nanti SDM di Indonesia dengan berbagai profesi dapat  terus meningkat mutunya,’’ harapnya.

Direktur Sistem dan Akreditasi BNSP Doni Purnomo menyampaikan bahwa otoritas sertifikasi ketenagakerjaan secara umum ada di BNSP dan Kemenaker. Namun jika melihat bidang profesi yang berbeda dan spesifik, maka yang berperan dalam sertifikasi juga akan bertambah. Untuk itu, Doni mengusulkan agar antar lembaga sertifikasi melakukan sinergi dan harmonisasi, sharing peran antar lembaga seperti BSN, KAN dengan BNSP. Selanjutnya kementerian teknis yang terkait juga dilibatkan.

“Kegiatan yang beririsan sebisa mungkin digabungkan menjadi satu, dengan harapan masing masing lembaga tidak melakukan sertifikasi sendiri sendiri, namun sedapat mungkin disatukan dengan standart yang sama. Ini akan meringankan lembaga yang disertifikasi. Idealnya sebagaimana di negara maju, yang melakukan sertifikasi profesi itu adalah organisasi profesinya sendiri,’’ jelasnya.

Ide mensinergikan lembaga profesi ini juga didukung oleh Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Profesi Kemenristekdikti Edi Mulyono. “Saya melihat bahwa organisasi profesi ini mempunyai peluang yang cukup besar dalam bekerjasama dengan perguruan tinggi terutama vokasi dan profesi. Kita sudah punya triple helix education  dimana akademisi sebagai penyedia SDM, industri sebagai pengguna SDM dan pemerintah sebagai regulator. Untuk itu, kita hanya perlu duduk bersama menyusun kurikulum, bahan ajar, capaian pembelajaran, dan standart bersama,’’ jelasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s