Opini

Mengapa mengancam?

Penulis: Prof. Will Poly

Ada sesuatu yang baru pada tampilan Presiden Joko Widodo ketika menyampaikan pidato “Visi Indonesia” pada tanggal 14 Juli 2019 yang lalu di Sentul International Convention Center, Bogor. Acara ini dihadiri sejumlah menteri kabinet kerja serta Wakil Presiden terpilih 2019-2024, KH Ma’ruf Amin. Nada dominan pidato itu adalah: ancaman kepada jajaran birokrasi.

Ancaman itu dapat disimak dari kata-kata yang disampaikan dengan suara yang keras dan bahasa tubuh yang tegas. Berikut ini adalah apa yang antara lain disampaikannya:

“Tolong ini dicatat. Karena kecepatan melayani, kecepatan memberi izin, menjadi kunci reformasi birokrasi kita … Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas dan copot penjabatnya.” Tepuk tangan hadirin meledak.

Bukan hanya pejabat birokrasi yang diancam, melainkan juga lembaga-lembaga yang ada. Katanya: “Kalau ada lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat, yang bermasalah, sekali lagi kalau ada lembaga-lembaga tidak bermanfaat dan bermasalah, saya pastikan akan dibubarkan.” Ada gaya repetisi, yang menandakan kesungguhan ancamannya. Meledak lagi tepuk tangan hadirin.

Penampilan Presiden Joko Widodo tersebut paling kurang melahirkan dua pertanyaan untuk diduga-duga jawabannya. Pertama, mengapa demikian penampilannya? Kedua, apa kemungkinan dampaknya, baik positif maupun negatif? Jawaban yang diduga-duga tersebut seyogianya berangkat dari asumsi adanya kepedulian Presiden Joko Widodo untuk mengisi jabatan keduanya sebaik mungkin untuk pembangunan bangsa dan negara.

1. Mengapa Mengancam?
Pertama, mengancam karena masa jabatan kedua sepanjang lima tahun adalah waktu yang SANGAT PENDEK untuk mengubah “mental model” lama yang sudah BERAKAR. “It is now or never” karena, berdasarkan sistem yang ada, tidak mungkin ada masa jabatan ketiga. Kedua, mungkin diyakininya bahwa penerapan ancamannya akan mendapat dukungan dari berbagai pihak yang sudah muak dengan penampilan birokrasi selama ini. Ketiga, ancaman itu adalah sebuah pesan tentang kriteria yang akan digunakannya untuk memilih para pembantunya. Ada pesan bahwa terbuka lowongan bagi orang muda yang berani, dan terbuka peluang mempertahankan orang lama yang berprestasi, serta lengsernya yang kurang berprestasi.

2. Apa Kemungkinan Dampaknya?
Pertama, ada orang yang merasa terancam, lalu memilih sikap transaksional. Ia akan memenuhi keinginan presiden, dengan mengubah perilakunya, demi mempertahankan jabatannya. Perubahannya bersifat transaksional, bukan transformasional. Perubahan semacam ini tidak lestari. Begitu hilang ancamannya, atau tidak terbukti penerapannya, orang kembali ke “mental model” yang lama. Menurut teori, perubahan “mental model” yang lestari muncul dari dalam diri orang yang termotivasi, bukan dari ancaman eksternal terhadap dirinya.

Kedua, dengan sistem birokrasi yang sedemikian luas dan rumitnya, penerapan ancaman presiden itu sangat sulit untuk dikerjakan sendiri. Mesti ada banyak pembantu dengan kesatuan pandang dan gerak. Kesatuan pandang dan gerak itu SUDAH terbukti sangat sukar dicapai di waktu lalu.

Ketiga, perubahan “mental model” harus didukung perubahan sistem. Perubahan sistem sukar terjadi jika tidak didukung kesatuan pandang dan gerak sayap legislatif, yudikatif, dan kepolisian.

Keempat, kesulitan penerapan perubahan “mental model” tersebut menjadi bulan-bulanan kritik pihak yang memilih posisi oposisi. Semoga setiap penyimpangan dan kegagalan akan dijadikan masukan untuk kritik yang membangun, bukan gorengan politik yang menggaduhkan.

Perisen Republik Indonesia Joko Widodo

Kelima, ada peluang bahwa kesulitan-kesulitan tersebut di atas dapat diredam oleh partisipasi aktif mereka yang dengan sadar telah memberikan suaranya kepada Presiden Joko Widodo untuk masa jabatan yang kedua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: